Perekonomian di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo semakin bergeliat. Setelah berdiri pusat perbelanjaan modern dan hotel bintang, daerah yang masuk dalam zona paling produktif di Kota Makmur itu bakal diramaikan dengan keberadaan pusat grosir Hartono Trade Centre (HTC). Pusat belanja di bawah naungan PT Delta Merlin Dunia Properti ini bakal menyediakan beragam produk fashion yang dijual dengan sistem penjualan grosir maupun eceran.

           Pembangunan HTC dimulai pada awal 2012, sempat mandeg karena peruntukannya akan dialihkan menjadi Rumah Sakit (RS). Namun alingfungsi bangunan dibatalkan karena masalah perijinan. Setelah itu pembangunan dilanjutkan dengan peruntukan sesuai niat awal yaitu pusat perbelanjaan grosir. HTC rencananya mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini. Bagian bangunan beroperasi lebih awal ialah basement, ground floor, dan upper ground.

           Manager HTC, Yusak Setiawan, optimistis pusat grosir bakal berkembang seiring dengan percepatan laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Solo Baru mengingat selama ini belum ada pusat perbelanjaan serupa di wilayah tersebut. “Ya, kami yakin bisa ikut meramaikan Solo Baru, selama ini kan yang ada mal dan hotel. Masalah sistem jualan, tergantung penjualnya nanti. Rencananya kalau ramai kami buat untuk kios grosir semua, tapi ya dilihat nanti seperti apa,” kata dia.

           Yusak mengaku tak khawatir meskipun di wilayah Solo sudah ada pusat grosir pakaian seperti Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Centre (BTC) dan Pasar Klewer. Segmentasi pembeli masing-masing pusat grosir menurutnya berbeda sehingga tidak akan berebut pembeli. Calon investor di HTC nanti ialah mereka yang menjual pakaian dengan murah untuk kalangan menengah.

           Senada, salah satu calon penyewa kios di HTC, Kristian, mengatakan harga pakaian yang dijual di pusat grosir itu relatif murah. Produsen pakaian asal Pekalongan ini membanderol baju dengan kisaran harga Rp50.000 – Rp100.000 per potong. Selain untuk berjualan pakaian, kiosnya nanti juga bakal digunakan sebagai gudang penyimpanan barang. Mengingat ia telah memiliki pelanggan tetap di Pasar Klewer maupun PGS yang biasa disetori batik produksinya sepekan tiga kali.

    Berkembang Pesat

           Berdasarkan data dari Bidang Informasi dan Pengaduan, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Kabupaten Sukoharjo, ijin pembangunan HTC dikeluarkan oleh pemerintah setempat pada Maret 2012 lalu. Menyusul ijin Amdal, lingkungan dan IMB pada Desember 2012. HTC dibangun di atas lahan seluas 40,323 meter persegi dengan luas bangunan 11,340 meter persegi. Selain HTC masih ada beberapa ijin pembangunan di kawasan Solobaru yang masih dalam proses.

           Kepala Bidang (Kabid) Penanaman Modal BPMPP Kabupaten Sukoharjo, Hartati, mengakui pertumbuhan ekonomi di wilayah Solo Baru berkembang pesat. Jumlah investasi di kawasan tersebut bahkan melebihi daerah Kartasura dan Sukoharjo. Salah satu pendukung perkembangan Solo Baru, menurut Hartati karena lahan di Solo Baru sudah dimiliki pengusaha tunggal. Setiap akan membangun gedung baru para developer tidak kesulitan mengurusi pembebasan lahan karena tidak berhubungan langsung dengan warga sekitar.

           Saat ditanya mengenai jumlah investasi pusat perbelanjaan HTC Solo Baru, Hartati, belum bisa menyebutkan karena tidak ada. Sejauh ini perusahaan tersebut belum memasukkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) kepada BPMPP Sukoharjo. Tak hanya Hartono Grup, menurut Hartati hampir 60% pengusaha di wilayah Solo Baru belum menyampaikan LKPM kepada Pemkab sehingga ia kesulitan melacak data real jumlah investasi di kawasan tersebut.

    Sumber : http://www.solopos.com/2015/02/19/pusat-perbelanjaan-pusat-grosir-htc-segera-dibuka-di-solo-baru-578215


           Hartono Mall Solo di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, menghadirkan pameran buku Gramedia yang cukup besar.

           Pameran buku bertajuk “Gramedia Book Fair” tersebut memblok seluruh atrium Hartono Mall.

    Menurut Ellen Osi Natanhia, Public Relations Hartono Mall Solo, pameran itu berlangsung sejak Rabu (14/9/2016) hingga Minggu (25/9/2016) depan.

           Dalam rilisnya Ellen mengatakan, Hartono Mall Solo yang bekerja sama dengan Gramedia merasa momentum saat ini cukup tepat untuk merealisasikan pameran buku.

           “Tidak hanya dari segi waktu saja, namun juga sangat pas dengan tema bulanan Hartono Mall Solo yang mengangkat tema Incredible Journey,” kata Ellen Osi, Minggu (18/9/2016)

           Ia menuturkan, Gramedia Book Fair kali ini akan menjadi pengalaman yang berbeda untuk para pengunjung maupun pengunjung setia Hartono Mall Solo.

           Sebab, katanya, setiap pengunjung akan mampu untuk berimajinasi dan memiliki pengalaman luar biasa dari membaca dan mengeskplore sebuah buku.

           “Nah, di sinilah yang kami maksud sesuai dan pas dengan tematik mal bulan ini yakni Incredible Journey,” katanya menegaskan.

           Selama Gramedia Book Fair berlangsung di atrium Hartono Mall Solo, ada banyak buku menarik yang dijual murah.

           “Mulai dari buku biografi, buku kesehatan, novel bestseller, resep masakan, stationery, hingga berbagai komik yang hanya mulai harga Rp 5.000-an saja,” ucap Ellen. (*)

    Penulis: junianto setyadi
    Editor: junianto setyadi
    Sumber: TribunSolo.com


    Toko modern Sukoharjo, Bupati mengancam akan menutup sendiri minimarket bermasalah.
           Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, berencana menutup sendiri toko modern yang tak berizin dan membangkang. Sedikitnya 40 toko modern yang tersebar di 12 kecamatan di Kota Makmur menjadi target penutupan itu. Langkah Bupati dilakukan jika satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait tidak melangkah.

           Penegasan Bupati itu disampaikan usai membuka acara Sosialisasi Gratifikasi di lobby Hotel Best Western, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (25/5/2016). Bupati menjelaskan langkah reprersif dilakukan untuk menjaga kewibawaan pemerintah daerah. “Saya sendiri kaget melihat toko modern tumbuh subur di salah satu kecamatan,” katanya.

           Pemimpin Kota Makmur dua periode ini menyatakan, dirinya telah menetapkan perda tentang moratorium atau penghentian sementara pendirian toko modern. Namun, tandasnya, perda itu dilanggar sehingga harus dilakukan langkah represif. Apalagi upaya preventif dan pendekatan personel sudah dilakukan.

           “Beberapa waktu lalu semua camat dan dinas terkait saya kumpulkan untuk menyikapi keberadaan toko modern yang tak berizin atau tak memperpanjang izinnya. Hasilnya terdata sekitar 40 toko modern diduga menyalahi regulasi.”

           Bupati memberikan deadline bagi SKPD terkait dan berwenang bekerja. “Jika SKPD tak melangkah, saya sendiri yang akan menutup toko modern tak berizin. Dalam waktu dekat akan saya lakukan. Dari 40 toko modern ada yang habis masa izin tetapi tak memperpanjang dan ada juga yang belum mengajukan izin,” papar dia.

           Sekadar diketahui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 6/2016 tentang Moratorium Izin Pendirian Minimarket di Kabupaten Sukoharjo sudah diterbitkan. Isi perbup itu di antaranya agar dilakukan pengaturan dan penataan pendirian pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern di suatu wilayah agar tidak merugikan dan mematikan pasar tradisional, usaha mikro kecil menengah dan koperasi.

    Pemkab Sukoharjo telah memperhatikan pedagang kecil di antaranya membangun pasar tradisional seperti toko modern. Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima, Sukoharjo, Joko Cahyono, pernah meminta dinas tegas menutup toko modern yang menyimpang dari regulasi. “Jika regulasi pendirian toko modern paling dekat berjarak 300 meter dari pasar tradisional, kenapa di pusat kota Sukoharjo pendirian toko modern tak dihentikan,” katanya.

           Joko minta inspektorat meneliti dokumen pendirian toko modern. Dia menduga ada manipulasi data sehingga dinas terkait menerbitkan izin pendirian toko modern. “Di Kota Sukoharjo justru berdiri toko modern yang tak jauh dari pasar tradisional. Letaknya di jalan protokol dan proses pembangunan toko modern tengah berlangsung.”

    Sumber : http://www.solopos.com/2016/05/25/toko-modern-sukoharjo-bupati-ancam-tutup-sendiri-40-minimarket-bermasalah-722933


           Pusat perbelanjaan dan mal di Sukoharjo mulai diserbu pengunjung saat libur Lebaran. Mayoritas merupakan rombongan keluarga yang ingin berbelanja sambil berwisata.

           Kamis (7/7/2016), beberapa mal di kawasan Solo Baru seperti The Park Mal dan Hartono Mal dipenuhi pengunjung saat Lebaran hari kedua. Area parkir kendaraan bermotor penuh dengan mobil dan motor milik pengunjung. Sebagian besar mobil milik pemudik yang pulang kampung saat Lebaran.

           Hal ini terlihat dari pelat nomor mobil yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Bogor. Mereka ingin menghabiskan masa libur Lebaran dengan bersantai bersama keluarga di mal.

           Seorang pengunjung mal asal Kabupaten Depok, Jawa Barat, Irman Santoso, 31, mengatakan sudah empat hari berada di kampung halamannya di Solo. Dia mengajak keluarga besarnya jalan-jalan sambil berbelanja di mal. Apalagi, jarak antara Solo dengan Sukoharjo tak begitu jauh.

           “Jalan-jalan sambil refreshing di mal. Istri dan anak saya ikut, kerabat keluarga juga ikut semua,” kata dia, saat ditemui di area parkir kendaraan bermotor The Park Mal, Solo Baru, Kamis.

           Dia memilih menghabiskan masa libur Lebaran di mal lantaran tak ingin terjebak kemacetan lalu lintas menuju objek wisata.

           Sebenarnya, istrinya mengajak untuk mengunjungi panorama alam di kawasan objek wisata Tawangmangu, Karanganyar. Biasanya, terjadi kemacetan arus lalu lintas di sepanjang jalur menuju Tawangmangu saat libur Lebaran atau long weekend.

            Karena itu, Irman memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya di mal dibanding objek wisata.

           “Sama saja kok, mau berekreasi di mal atau objek wisata kan intinya jalan-jalan. Lagipula saya tak ingin terjebak kemacetan arus lalu lintas. Saat mudik sudah bermacet-macet ria di jalan,” ujar dia sambil tersenyum.

           Selain mal dan pusat perbelanjaan, Irman berencana mengajak keluarganya untuk menikmati kuliner di Kota Bengawan. Dia ingin menjelajahi berbagai menu makanan khas Solo untuk memanjakan lidah. Irman dan keluarganya bakal kembali ke Depok pada Sabtu (9/7/2016).

          Seorang pengunjung mal lainnya asal Kecamatan Kartasura, Hendra Setiawan, 28, mengungkapkan hal senada. Dia jalan-jalan bersama adiknya ke mal lantaran ingin menikmati masa libur Lebaran. Selama ini, ia jarang bepergian dengan keluarganya lantaran sibuk dengan tugas kantor setiap hari.

           Lantaran libur kerja selama sepekan, Hendra mengajak adiknya untuk berbelanja dan makan siang di mal.

           “Mumpung libur kerja panjang, saya ajak adik jalan-jalan ke mal. Kalau hari kerja, saya pulang dari kantor sudah larut malam,” kata dia.

    Sumber : http://www.solopos.com/2016/07/08/info-belanja-mal-di-solo-baru-diserbu-pengunjung-735842

    ,

    Joglosemar | Insan Dipo Ferdias ilustrasi perpustakaan daerah

    SUKOHARJO — Minat masyarakat mengunjungi Perpustakaan Daerah Sukoharjo masih tergolong rendah. Dalam sehari, hanya tercatat sekitar 100 orang berkunjung ke perpustakaan yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi Sukoharjo itu.

    Kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Sukoharjo, Ninik Ristiani mengatakan, pengunjung perpustakaan didominasi siswa sekolah.
    Sementara kunjungan dari kalangan masyarakat umum masih sangat minim. Berdasarkan catatannya, dalam satu hari rata-rata jumlah pengunjung antara 100-150 orang.

    “Minimal dalam satu hari ada 100 pengunjung. Kalau ramai sampai 150 pengunjung,” kata Ninik Ristiani usai pembukaan Pameran Buku di Gedung Budi Sasono, Rabu (28/9/2016).

    Ninik mengatakan, pihaknya masih terus berupaya meningkatkan budaya membaca di masyarakat agar jumlah pengunjung perpustakaan meningkat.
    Menurutnya, selama ini KPAD sudah melakukan berbagai upaya untuk memasyarakatkan buku. Baik dengan event di dalam kantor maupun di luar kantor perpustakaan. Salah satunya dengan menggelar pameran buku.

    “Selain kegiatan di dalam kantor, kami juga rutin menerjunkan armada perpustakaan keliling ke desa-desa,” imbuhnya.
    Ninik menjelaskan, armada perpustakaan keliling juga mengunjungi sekolah-sekolah di wilayah pelosok. Saat ini, perpustakaan daerah memiliki koleksi lebih dari 35.000 buku.

    Menurutnya, jumlah tersebut terus bertambah karena selalu mendapatkan anggaran dari APBD untuk pengadaan buku-buku baru. “Dalam satu tahun bisa menambah koleksi sekitar 500 buku baru,” imbuhnya.

    Sementara itu, Pameran Buku digelar mulai 28 September-4 Oktober. Ninik mengatakan, dalam pameran tersebut terdapat 45 stan yang diisi penerbit, distributor dan toko buku, serta stan aksesoris, mainan edukasi, dan lainnya.

    “Peserta pameran ada yang berasal dari Jakarta, Bogor, Bandung, Kudus, Pekalongan, Solo, dan kota-kota lain,” katanya.
    Sofarudin

    *** Sumber : http://joglosemar.co/2016/09/koleksi-buku-35-000-pengunjung-perpustakaan-sukoharjo-tak-lebih-150-orang.html ***


Top