Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
News
SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Sejumlah jembatan yang berdiri di atas aliran Sungai Bengawan Solo, di Kabupaten Sukoharjo, perlu dipantau lebih ketat. Pasalnya debit air dalam beberapa hari ini, cenderung tinggi.
Seorang warga di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Arfian (30) berharap dinas terkait secara intens memantau kontruksi jembatan Bacem. Pasalnya dalam hujan beberapa hari ini, arus sungai cukup deras. Bahkan debit sungai terpanjang di Pulau Jawa itu, membawa sampah-sampah yang membahayakan bagi rangka jembatan. Seperti pohon bambu berserta akar-akaranya terbawa air dan yang menyangkut di rangka jembatan. “Harus ada pengecekan rutin,” katanya, Minggu (2/10).
Warga di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Anwar Sodik (40), juga meminta ada pengawasan terhadap jembatan Nguter. Yakni jembatan yang mengubungkan Kota Makmur dengan Kabupaten Wonogiri. Apalagi tidak jauh dari jembatan, pernah terjadi longsor, sehingga dikhawatirkan membuat pondasi terdampak.“Terutama jika hujan deras. Bahkan debit air Bengawan Solo masih terus meninggi. Penagwasan rutin jembatan, bisa diperbanyak. Ya agar pengendara dan warga tenang,” ungkap dia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Suprapto menerangkan, jika jembatan yang berada di Kota Makmur, dipantau. Dalam inventarisasi, diantaranya jembatan Bacem di Kecamatan Grogol, jembatan Gupit dan Brangkal di Kecamatan Nguter, serta jembatan Mojo di Kecamatan Mojolaban.“Terutama jembatan penghubung antar kabupaten. Kami sudah
meminta dinas terkait, lebih waspada saat hujan seperti ini. Kami meminta dicek dan dicek terus,” terang dia.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo, Jumadi menjelaskan, pihaknya terus mengamati perkembangan cuaca. Termasuk di dalamnya, memantau jembatan-jembatan yang berada di Kota Makmur. Khusus untuk jembatan yang menjadi penghubung kabupaten, pihaknya berkoordinasi dengan Bina Marga Jateng Wilayah Surakarta.“Pastinya, kami melakukan pemantauan di lapangan. Hal itu dilakukan, agar memastikan kondisi jembatan prima, meski terus diguyur hujan,” akunya.
Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/dipantau-sejumlah-jembatan-di-das-bengawan-solo/
News
Sukoharjo -- Hujan deras yang terjadi di Kota Solo dan sekitarnya sejak Minggu (2/10) siang, membuat sejumlah wilayah tergenang air. Selain itu juga beberapa pohon tumbang menghalang jalan. Di beberapa tempat jalan harus ditutup dan dialihkan akibat genangan yang meninggi, hingga pukul 19.00 WIB, belum ada tanda-tanda hujan akan reda.
Di Kabupaten Sukoharjo bahkan hujan deras menyebabkan korban meninggal dunia. Kondisi jalan yang licin membuat mobil Toyota Kijang bernomor polisi N 1135 XF mengalami kecelakaan di Jalan Solo-Wonogiri, Desa Telukan, Kecamatan Grogol. Mobil yang dikemudikan Didik Murtopo (39), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari tersebut menabrak tiang baliho hingga ringsek saat berjalan dari arah Kota Solo.
Seorang penumpang bernama Agus Budianto (44), warga Perum Bumi Manunggal Permai, Kelurahan Combongan, meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan pengemudi mobil masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Nirmala Suri, Sukoharjo.
"Peristiwanya terjadi tadi sore sekitar pukul 15.30 WIB. Hujan deras mengakibatkan jalan licin. Sopir kijang tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya dan menabrak tiang baliho di selatan Gudang Bulog," ujar Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta.
Finan menjelaskan, korban meninggal dunia di lokasi kecelakaan dengan luka cukup serius di kepala. Sedangkan pengemudi Kijang mengalami luka berat dan masih dirawat.
"Kijang rusak parah di bagian depan hingga ringsek. Korban sudah dibawa ke rumah sakit Nirmala Suri. Kami masih melakukan penyelidikan, namun dugaan sementara karena hujan dan jalan licin," pungkasnya.
Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kijang-tabrak-tiang-baliho-1-penumpang-tewas-dan-sopir-luka-parah.html
News
![]() |
| MEMERIKSA BARANG: Petugas memeriksa barang dagangan di salah satu kios di Pasar Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.(suaramerdeka.com/Asep Abdullah) |
SUKOHARJO – Sejumlah pasar di Kabupaten Sukoharjo disisir petugas gabungan. Dalam penyirisan itu, petugas menemukan makanan mengandung zat berbahaya rhodamin B atau pewarna sintetis.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo, Sutarmo, bahwa penyisiran dilakukan untuk menekan peredaran makanan berbahaya yang mengandung pewarna sintetis. Alhasil, petugas Disperindag, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian (Dispertan) dan Polres itu, menemukan makanan berbahaya bagi kesehatan. Seperti kerupuk. “Makanan itu mengandung rhodamin. Kami temukan di dalam Pasar Bekonang, Kecamatan Mojolaban,” kata dia, Minggu (2/10).
Sutarmo menjelaskan, penemuan makanan mengandung zat berbahaya itu, tidak hanya di satu kios sembako. Namun ada di sejumlah kios. Selanjutnya, petugas menyita temuan tersebut untuk diteliti di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bahkan sejumlah pedagang juga didata, agar tidak sembarangan menerima barang dari distributor.“Pedagang juga tidak bisa membedakan, mana yang mengandung rhodamin B, mana yang tidak. Kami sosialisasi, agar pedagang lebih selektif,” jelasnya.
Lebih lanjut dia mengaku, petugas tidak hanya menemukan makanan mengandung zat berbahaya, namun mendapati sejumlah label paslu dan tanpa izin sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (P-IRT). Diantaranya, terlihat pada produk teh celup dan usus krispi. Selain pemeriksaan di Pasar Bekonang, petugas juga menyisir pasar lain secara bertahap. Mulai dari Pasar Ir Soekarno, Grogol hingga Kartasura.“Penyisiran terus dilakukan. Ini sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen,” aku dia.
(Asep Abdullah/CN40/SM Network)
Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/temukan-rhodamin-petugas-gabungan-sisir-sejumlah-pasar/
Featured, News
SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo siap jadikan 150 desa dalam program desa inklusi. Deklarasi desa inklusi sedang dipersiapkan dan direncanakan akan dilaksanakan pertengahan Oktober ini.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Guntur Subiyantoro, Minggu (02/10/2016) mengatakan, saat ini baru ada empat desa inklusi di Kabupaten Sukoharjo. Keempatnya semuanya berada di wilayah Kecamatan Weru. Dua diantaranya yakni di Desa Krajan dan Desa Tegalsari. Sedangkan desa lainnya di Kabupaten Sukoharjo belum menjadi desa inklusi. Kedepan Dinsos Sukoharjo akan menjadikan semua desa di Sukoharjo menjadi desa inklusi.
"Desa inklusi sebagai bentuk pemberdayaan tehadap para difabel. Mereka diberikan pelatihan oleh instruktur resmi agar bisa mendapatkan bekal keterampilan. Selanjutnya para difabel mendapatkan bantuan peralatan sebagai modal membuka usaha. Jadi semua desa di Kabupaten Sukoharjo akan menjadi desa inklusi dalam program pemberdayaan difabel,” ujar Guntur.
Guntur menjelaskan Dinsos Sukoharjo melihat keberadaan empat desa inklusi yang ada sekarang di wilayah Kecamatan Weru berjalan sukses. Para difabel disana mampu diberdayakan dan hidup secara mandiri. Kesuksesan tersebut akan ditularkan ke desa lainnya. (Mam)
Sumber : http://krjogja.com/web/news/read/11344/Pemkab_Sukoharjo_Tambah_Desa_Inklusi
Musik, News, Wisata
Sukoharjo --- Pekerja tengah memanaskan bahan gamelan yang terbuat dari tembaga dan timah di salah satu rumah pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). Sentra pembuatan gamelan adalah salah satu tempat yang dikunjungi dalam paket wisata Accor Solo Heritage Cycling.
Manajemen PT Timah Persero Tbk mencatat transaksi senilai 2,7 juta dollar AS hingga paruh pertama tahun 2016.
Meningkatnya harga jual timah batangan ini diyakini akan memperbaiki kinerja BUMN tersebut.
“Kami optimistis PT Timah bisa menjadi pemain global. Tidak hanya menjual tapi ikut menentukan harga timah di pasar dunia,” kata Direktur Utama PT Timah Persero Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani saat media gathering di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (1/10/2016).
Kurang dari setahun, harga jual timah batangan melonjak dari 15.000 dollar AS menjadi 20.000 dollar AS per metrik ton. Adapun China, Jepang, dan Belanda, menjadi tujuan ekspor utama.
Sekretaris PT Timah, Agung Nugroho, mengatakan bahwa kenaikan harga jual timah mendatangkan keuntungan meskipun harus dibarengi dengan efisiensi di internal perusahaan.
Efisiensi salah satunya dilakukan dengan pemangkasan jumlah direksi.
“Keuntungan perusahaan berarti keuntungan juga bagi negara. Sebanyak 65 persen saham itu dikuasai negara, sisanya milik publik,” ujar Agung.
sumber : http://regional.kompas.com/read/2016/10/01/17331771/harga.jual.timah.melonjak.bumn.timah.optimistis.jadi.pemain.di.pasar.global
Penulis : Kontributor Pangkalpinang, Heru DahnurEditor : Icha Rastika
Featured, News
![]() |
| Jembatan di pusat pemerintahan Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo yang akan dilebarkan. |
SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Sistem buka tutup bakal diterapkan saat pelebaran jembatan penghubung tiga kabupaten, yakni Sukoharjo, Wonogiri dan Klaten di Kecamatan Bulu, yang dimulai minggu depan.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo, Jumadi memastikan, beberapa hari lagi pelebaran pada jembatan penghubung lintas kabupaten itu, dimulai oleh kontraktor.
Lebar jembatan yang hanya 5,5 meter itu, akan ditambah 3 meter. Pasalnya selama ini, jembatan dikeluhkan sempit oleh pengendara.
“Di sana, juga menjadi jalur truk bermuatan material dan barang kebutuhan. Maka kami harapkan, lalu lintas barang bisa lebih lancar, ekonomi tidak terganggu,” kata dia, Jumat (30/9).
Lebih lanjut Jumadi menjelaskan, pekerjaan fisik akan berlangsung awal Oktober hingga pertengahan Desember. Selama perbaikan, dipastikan akan diberlakukan sistem buka tutup, sehingga pekerjaan senilai pagu paket Rp 763 juta itu, tidak terganggu.
Untuk itu dia berharap pengendara memaklumi adanya pelebaran yang memakan waktu 2 bulan 15 hari tersebut.
“Adanya pelebaran juga karena banyaknya masukan pengendara dan warga. Mungkin mengganggu perjalanan sebentar,” jelasnya.
Pengendara di sekitar jembatan Bulu, Fauzi Susanto (37) menyambut baik dengan adanya pelebaran.
Wiraswasta yang hampir setiap hari melintas di kawasan itu, berharap saat adanya pekerjaan fisik, dibarengi dengan pemasangan rambu-rambu peringatan. Selain itu, ditambah lampu penerangan di sekitar lokasi proyek.
“Karena saat malam, jalur lintas kabupaten itu masih dilewati pengendara. Jadi rambu-rambu peringatan harus optimal. Pekerjaan diharapkan kelar tepat waktu,” harapnya.
(Asep Abdullah/CN34/SM Network)
Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/jembatan-bulu-dilebarkan-pekan-depan
News
SUKOHARJO — Sebuah mobil terjun ke sungai di Weru, Sukoharjo, setelah sang sopir grogi saat melewati jembatan sungai tersebut yang terlalu sempit.
Sebuah kecelakaan terjadi pada sebuah mobil di Desa Krajan, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Sabtu (1/10/2016) pagi. Mobil yang mengangkut siswa dan guru tersebut terjun ke sungai yang berkedalaman 5 meter saat melewati jembatan yang sempit.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun beberapa penumpang mengalami luka-luka dan sempat di rawat di Puskesmas Weru dan rumah sakit di Klaten. Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta mengonfirmasi peristiwa itu.
Kasatlantas menjelaskan semua mobil Suzuki Panther berpelat nomor AD 8979 RB berjalan dari arah selatan ke utara. “Sesampai di tempat kejadian perkara [TKP] atau di tengah jembatan, diduga sopir mobil grogi karena lebar jembatan sempit. Akhirnya menabrak jembatan sisi kanan dan masuk sungai sedalam lima meter,” kata Finan, Sabtu.
Menurut Kasatlantas, saat itu mobil tersebut berisi 11 orang. “Semua penumpang termasuk sopir selamat. Yang luka dua orang yakni sopir dan seorang penumpang. Semua korban sudah pulang tinggal sopir yang masih dirawat di Rumah Sakit Klaten.”
Informasi lain yang diperoleh Solopos.com, sopir mobil tersebut bernama Khoirul. Seorang guru bernama Rini mengalami luka dan dua siswa yang mengalami luka di bagian dahi. Kedua siswa tersebut mendapatkan jahitan dan sudah diperbolehkan pulang atau rawat jalan. “Peristiwa pagi sewaktu berangkat sekolah,” ujar seorang warga Weru yang enggan disebut namanya.
Peristiwa tersebut ramai di bicarakan di media sosial atau pesan berantai. “Mobil penjemput MI Muhammadiyah Sangen 1, Krajan, Weru terperosot ke sungai. Korban sembilan orang terdiri dari tujuh siswa dan dua orang guru. Lima siswa sudah diperbolehkan pulang sedang dua siswa lagi masih dirawat,” tulis Supriyanto di grup Whatapps Sukoharjo.
Seorang warga Weru, Sugiman, saat dihubungi Solopos.com, menjelaskan kondisi terakhir mobil nahas itu. “Saya cek teman berita mobil masuk sungai benar. Saat ini, pemilik mobil masih di rumah sakit sedangkan kendaraan mobil sudah di bengkel,” jelas wasit futsal dan sepakbola tingkat Provinsi Jateng.
Sumber : http://www.solopos.com/2016/10/02/sopir-grogi-lewat-jembatan-sempit-di-weru-sukoharjo-mobil-terjun-ke-sungai-757599
Top 10 Popular of The Week
-
J oglosemar | Insan Dipo Ferdias ilustrasi perpustakaan daerah SUKOHARJO — Minat masyarakat mengunjungi Perpustakaan Daerah Sukoharjo m...
-
Memasuki desa ini, pemandangan tipikal seperti hamparan sawah luas, subur, dan hijau langsung menyergap dan menenteramkan jiwa....
-
Kabupaten Sukoharjo Dari Wikipedia bahasa Indonesia,ensiklopedia bebas Disambig gray.svg Moto: Sukoharjo MAKMUR (Maju, Aman, Ko...
-
Kisah tragis dialami bocah berusia 10 tahun asal Sukoharjo yang mengidap tumor mata. Suharno, 44, tak kuasa menahan tangis saat m...
-
Perekonomian di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo semakin bergeliat. Setelah berdiri pusat perbelanjaan modern dan h...
-
Sukoharjo -- Hujan deras yang terjadi di Kota Solo dan sekitarnya sejak Minggu (2/10) siang, membuat sejumlah wilayah tergenang ...
-
SURAKARTA -- Ribuan warga antusias mengikuti kirab 1 Suro yang digelar oleh Keraton Kasunanan Surakarta pada Ahad (2/10), dini h...
-
Korupsi Sukoharjo menjerat kepala desa nonaktif Palur, Kecamatan Mojolaban yang divonis 5 tahun penjara. SUKOHARJO -- Kepala ...
-
Pusat perbelanjaan dan mal di Sukoharjo mulai diserbu pengunjung saat libur Lebaran. Mayoritas merupakan rombongan keluarga yang ...
-
SUKOHARJO – Aliran air dari Dam Colo ke Colo Barat dan Timur resmi ditutup mulai 1-31 Oktober mendatang. Jika tahun-tahun sebelu...






