SUKOHARJO — Sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo dilaporkan kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran tiga kilogram. Konsumen menyebut kelangkaan gas melon sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Salah seorang warga Desa Transan, Kecamatan Gatak, Dyah Puji Santoso (26) menyebutkan di sekitar tempat tinggalnya gas tabung warna hijau itu kini sulit didapat, meskipun untuk harga tidak mengalami kenaikan.
“Kalau harganya tetap seperti biasa Rp 18.000 per tabung. Tapi tidak tahu kenapa beberapa hari terakhir ini gas tiga kilogram jadi sulit didapat. Biasanya di toko langganan saya selalu ada,” tutur Dyah, Rabu (28/9/2016).
Keluhan senada juga diungkapkan Siswanto (44), warga Kecamatan Tawangsari yang menyebut gas elpiji ukuran tiga kilogram sulit didapatkan.
Menurutnya, tidak sedikit warga yang kecele saat datang ke pangkalan. “Saat datang ke pangkalan diminta meninggalkan tabung kosong. Setelah pasokan di pangkalan datang akan dikabari,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo, Sutarmo justru menyebut tidak ada laporan kelangkaan gas ukuran tiga kilogram. Menurutnya, sejauh ini tidak ada pengurangan alokasi kuota gas melon di dua wilayah tersebut.
Namun demikian, pihaknya mengakui jika sejumlah pangkalan di wilayah selatan Sukoharjo seperti di Kecamatan Tawangsari dan Weru sempat mengajukan tambahan kuota gas. Hanya saja, permintaan tersebut belum disetujui.
“Kami akan melihat dulu kenapa ada permintaan tambahan kuota. Apa karena memang tingginya tingkat konsumsi atau ada permainan. Yang jelas tidak ada kelangkaan gas,” tegas Sutarmo.
Dia menambahkan, pihaknya juga akan menyelidiki sebaran gas ukuran tiga kilogram di wilayah perbatasan. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jatah gas untuk Sukoharjo justru dijual ke daerah lain.
“Bisa jadi gas justru dijual kepada warga di wilayah Gunungkidul karena harganya lebih tinggi. Ini yang akan kami telusuri,” tandasnya.
Sesuai ketentuan, lanjut Sutarmo, setengah dari kuota gas ukuran tiga kilogram yang diterima pangkalan harus dijual ke konsumen langsung dan sebagian lainnya ke pengecer. “Praktiknya untuk pengecer justru lebih banyak daripada untuk konsumen langsung,” imbuhnya.
Sofarudin
**** Sumber : http://joglosemar.co/2016/09/warga-sukoharjo-keluhkan-sulitnya-dapat-gas-melon.html ****
Tidak ada komentar: